Review Film: Susah Sinyal (2017)

1. Sinopsis Singkat

Film ini berkisah tentang Ellen (diperankan oleh Adinia Wirasti), seorang pengacara sukses dan workaholic, yang harus berjuang membangun kembali hubungan dengan putrinya, Kiara (Aurora Ribero), setelah kematian ibunya (nenek Kiara). Sebagai orang tua tunggal yang sibuk, Ellen merasa bersalah karena selama ini terlalu fokus pada karier dan kurang hadir secara emosional bagi Kiara.

Untuk memperbaiki hubungan mereka, Ellen mengajak Kiara liburan ke Sumba — sebuah tempat yang eksotis, tetapi yes, you guessed it, susah sinyal. Di sinilah konflik dan dinamika keluarga mulai mencair… dan membuncah.


2. Tema dan Pesan Moral

Meski berbalut komedi, Susah Sinyal mengangkat isu penting tentang komunikasi antargenerasi, terutama di era digital. Judul “Susah Sinyal” bukan cuma soal teknologi, tapi juga metafora tentang “sinyal” atau koneksi antar manusia yang mulai terputus karena kesibukan, ego, dan teknologi itu sendiri.

Pesan film ini relatable banget:

“Kadang kita sibuk nyari sinyal internet, tapi lupa nyari sinyal hati antar keluarga.”


3. Pemeran dan Akting

  • Adinia Wirasti tampil solid sebagai Ellen, menggambarkan sosok ibu karier yang rapuh namun kuat.
  • Aurora Ribero, yang saat itu masih newcomer, justru mencuri perhatian dengan aktingnya yang alami sebagai remaja rebel tapi rapuh.
  • Ada juga bumbu komedi dari Ernest Prakasa sendiri, Arie Kriting, dan Asri Welas yang bikin film tetap ringan meski punya tema cukup berat.

4. Lokasi dan Sinematografi

Film ini mengambil lokasi syuting di Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan hasilnya? Visualnya cakep banget. Pantai, bukit, matahari terbenam — semuanya bikin mata adem dan Instagramable.

Sinematografinya mendukung nuansa emosional film dan juga memperlihatkan betapa Indonesia punya tempat wisata indah yang belum banyak dieksplorasi.


5. Sentuhan Gen Z dan Millennial

Karakter Kiara mewakili generasi muda yang tumbuh di era digital, penuh ekspresi diri, namun juga penuh tantangan emosional. Film ini menggambarkan bagaimana anak muda hari ini sering merasa ignored karena orang tua terlalu sibuk, meski secara materi mereka tak kekurangan.

Di sisi lain, Ellen mewakili orang tua modern yang berusaha melakukan yang terbaik, tapi seringkali lupa bahwa kehadiran emosional lebih penting dari sekadar fasilitas.


6. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Cerita kuat dan menyentuh.
  • Akting natural.
  • Komedi segar, khas Ernest.
  • Sinematografi indah.

Kekurangan:

  • Beberapa subplot terasa tempelan.
  • Ending sedikit terburu-buru menurut sebagian penonton.

7. Kesimpulan

Susah Sinyal bukan hanya film komedi biasa. Ia punya jiwa, pesan kuat, dan chemistry yang terasa nyata antara ibu dan anak. Cocok untuk ditonton bareng keluarga, terutama orang tua dan anak yang sering merasa disconnect satu sama lain.

Kalau kamu suka film yang bisa bikin ketawa sekaligus meneteskan air mata (yes, literally bikin baper), ini film cocok banget. Dan jangan heran kalau setelah nonton, kamu tiba-tiba pengin peluk ibu kamu. 💛

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *